Thursday, September 8, 2016

Double Your Brain Power (Bagian 3 Melipatgandakan Kemampuan Membaca)

MEMBACA INSTAN
Kebanyakan orang menganggap bahwa membaca cepat adalah hal yang dapat bermanfaat untuk mudah mengembalikan memori atau ingatan seseorang. Memang benar membaca cepat dapat bermanfaat tetapi itu hanyalah permulaan. Strategi membaca yang baru membuat membaca cepat semakin ketinggalan zaman. Strategi ini merupakan strategi membaca yang alami yang nantinya akan mampu membaca alami dengan instan tanpa mengorbankan pemahaman atau pengertian.
Kemampuan membaca alami yang dimiliki oleh seseorang seperti kemampuan mental akan menjadi benar-benar kuat. Di dalam buku ini menjelaskan beberapa Pengganda Kemampuan Membaca yang telah  meningkatkan kecepatan membaca dua kali lipat.
Konsentrasi: Kunci Membaca Instan
Dengan berkonsentrasi akan membuat seseorang mampu membaca instan yang sudah didukung oleh bukti ilmiah yang kuat dan dapat dipercaya. Melakukannya adalah hanya dengan memfokuskan perhatian yang lebih keras pada apa yang dibaca dan meningkatkan pemahaman pada bacaan tersebut. (Pengganda Kekuatan Otak No. 25).



Mengatasi Tiga Kebiasaan Buruk dalam Membaca
Sebelum seseorang mampu belajar membaca dengan lebih cepat, diperlukan untuk mengatasi tiga kebiasaan tidak produktif yang biasanya dilakukan oleh seseorang tanpa dia sadari seperti mengulang terus ratusan kali pada setiap bacaan. Hal ini sangat sia-sia. Berikut ketiga kebiasaan buruk dalam membaca:
a.       Subvokalisasi
Subvokalisasi adalah mengulang kata ketika membacanya. Dengan cara membaca dan mengulang huruf-huruf, lalu kata-kata, kemudian kalimat-kalimat akan melambatkan hingga ke kecepatan dalam pengucapan kata-kata bacaan secara lisan. Nyatanya menurut ahli bacaan Michael McCarthy, pengarang Mastering the Information Age (Menguasai Abad Informasi), yang dijelaskan dalam buku ini adalah sekitar 150 kata per menit. Kecepatan tertinggi orang yang membaca kata demi kata adalah 200 hingga 300 kata per menit. Hal tersebut hamper separo dari kata 600 lebih kata per menit yang rata-rata dibaca orang. (Pengganda Kekuatan Otak No.26).



b.      Membaca kata demi kata
Salah satu alas an seseorang tidak menyukai membaca adalah karena lambatnya membaca. Harus diperlukan berpikir yang keras untuk memahami kata demi kata supaya dapat memahami apa yang dimaksud dari bacaan tersebut.
Apabila Anda adalah seorang pembaca kata demi kata, pikiran tentang untuk membaca mungkin akan terasa jauh sekali mempunyai keinginan untuk membaca. Tetapi sebenarnya dalam otak dewasa Anda akan mampu dalam menyerap dan memahami kumpulan beberapa bacaan yang lebih besar. (Pengganda Kekuatan Otak No. 27)
                             


c.       Regresi
Regresi dalam membaca ini yang dimaksud adalah membaca dengan cara melihat ke belakang. Melihat kebelakang merupakan kebiasaan ketiga kesalahan dalam membaca yang dapat merusak ketrampilan membaca seseorang dan dapat menjadi kebiasaan yang buruk. Menurut Michael McCarthy yang dijelaskan di dalam buku ini, melihat ke belakang merupakan suatu kebiasaan tidak sadar yang muncul dari “kurangnya rasa percaya diri kita terhadap kemampuan kita untuk memahami materi. Kalau kita kehilangan satu kata atau satu frasa, kalau perhatian kita mengembara beberapa saat, secara naluriah kita merasa bahwa pemahaman kita akan meningkat jika kita mundur ke belakang dan membaca sekali lagi.” Jadi, kita harus percaya diri terhadap apa yang telah kita baca dan percaya diri kalau kita telah memahami kata per kata. (Pengganda Kekuatan  Otak No. 28).



Mempertahankan Apa yang Anda Baca dengan “Penguat Membaca”
Apa yang kita baca akan menimbulkan dampak yang sangat kecil, sehingga lebih sulit untuk diingat daripada kejadian-kejadian di keliling kita. Itulah sebabnya mengapa kebanyakan orang mempunyai kesulitan untuk mengingat sesuatu yang sederhana.
Anda bisa mengingat apa saja yang telah Anda baca secara jelas dengan lima “penguat membaca”. Dengan melakukan lima penguat membaca, maka Anda dapat melipatgandakan kemampuan membaca secara mendetail dan juga dapat mempertahankan atau menyimpannya untuk jangka waktu yang lama.
Penguat membaca berikut ini adalah berupa lima buah pertanyaan yang harus diajukan pada diri sendiri setelah membaca apa saja yang ingin diingat kembali.
·      Bacaan itu tentang apa?  
·      Apa informasi terpenting yang ada di dalamnya?
·      Jika ada, apa pendapat penulis?
·      Apa pendapat Anda sendiri?
·      Apa elemen yang membuatnya unik?
(Pengganda Kekuatan Otak No. 29)


MEMBACA LEBIH PINTAR
Membaca akan menjadi suatu beban apabila tidak mengetahui bagaimana cara yang pintar untuk melakukannya. Membaca lebih cepat bukanlah tujuan yang tepat tetapi membaca lebih pintar bukan lebih sulit.
“Lebih pintar, buka lebih sulit” adalah yang membuat Anda pada waktu masuk ke jalan tol pada pukul 4 sore, secara mendadak mengambil jalan kembali ke rumah karena lalu lintas jam sibuk mulai. Berarti adanya jalan pintas yang dapat digunakan untuk menggandakan. Hal tersebut juga berlaku untuk meembaca adanya jalan pintas yang dapat digunakan untuk menggandakan, melipat-tigakan, atau bahkan melipat-empatkan kecepatan dalam hal membaca surat, Koran, jurnal-jurnal dan sebagainya.
Dalam buku ini menjelaskan bahwa para peneliti melakukan kegiatan membaca dengan tiga strategi . Ketiganya adalah:
a.  Meningkatkan gagasan yang Anda tangkap per menit
Banyak orang telah salah langkah dengan memfokuskan perhatian pada meningkatkan kecepatan dalam membaca untuk menyerap kata-kata yang terkandung di dalamnya. Tetapi menyerap lebih banyak kata dengan lebih cepat tersebut bukanlah alasan mengapa Anda membaca. Yang terpenting adalah penguasaan fakta-fakta dan gagasan. Latihan berikut ini akan menolong dalam meningkatkan ide per menit dan membantu menyelesaikan tumpukan dari beberapa bacaan yang harus dibaca.
(Pengganda Kekuatan Otak No. 30)

b.   Menggunakan “peta membaca”
Peta membaca sama halnya dengan peta membaca. Dengan peta membaca seseorang dapat mencapai tujuan dengan lebih cepat, menggunakan jalan pintas, dan menikmati waktu yang lebih menyenangkan apabila membaca dengan “peta membaca”.
Peta membaca ini akan membantu seseorang dalam menemukan informasi atau inti dari informasi yang tepat yang sesuai dengan apa yang diinginkan. Peta membaca didasarkan pada pernyataan sederhana bahwa sebagian besar materi disusun menurut prinsip-prinsip yang sudah dikenal oleh semua orang:
·      Sebuah tema utama (masalah utama)
·      Materi pendukung
·      Subtema (masalah pendukung)
·      Materi pendukung
·      Sub-subtema
·      Materi pendukung
(Pengganda Kekuatan Otak No. 31)



c.   Membaca dengan meluncur (skimming)
Membaca dengan meluncur atau biasa disebut dengan skimming merupakan membaca dengan cara membuang “penunjuk tempat” (seni membaca sepintas lalu). Penunjuk tempat adalah frasa, paragraph, atau halaman yang saling terkait atau bersifat ilustratif yang diperlukan oleh sebuah tulisan agar teknis menjadi benar dan juga membantu pembaca yang lambat untuk bisa mengetahui pokok permasalahnya. Berikut penunjuk tempat memiliki berbagai macam fungsi di antaranya adalah:
·      Menghubungkan gagasan-gagasan
·      Membuat transisi antar pokok permasalahan
·      Memberikan ilustrasi pada pokok-pokok permaslahan yang telah dibuat
·      Menguntip jurnal dan buku-buku yang dijadikan acuan oleh pengarangnya
·      Mengulang apa yang sudah dikatakan bagi pembaca yang kurang perhatian
Belajar mengenali penunjuk tempat dalam waktu sepersekian detik dengan membaca sepintas lalu (skimming) pada seluruh bacaan. Tapi dengan peta membaca sebagai penuntun atau trik di dalamnya, akan mampu membaca sepintas telah menyerap halaman-halaman yang penuh informasi dalam satu atau dua menit saja. Terdapat empat jalan pintas yang akan memperlihatkan kepada Anda bagaimana membaca sepintas bacaan apa pun, yaitu sebagai berikut:
·      Jangan berhenti atau terhambat dengan detail atau rincian
Bukan detil atau hal-hal rinci dalam bacaan yang harus dipahami melainkan pokok permasalahan atau gagasan utama dari suatu bacaan yang harus dipahami. Pada umumnya setiap bacaan mengandung pokok permasalahan atau gagasan utama. Selanjutnya bacaan tersebut akan menjelaskan isi dari gagasan utama atau pokok permasalahan.
(Pengganda Kekuatan Otak No. 32)

·      Lewati apa yang tidak perlu Anda ketahui
Kadangkala setiap orang memang perlu mengetahui penjelasan yang mendetail dari suatu bacaan. Tetapi bukan seluruh penjelasan dalam bacaan yang ada, melainkan hanya menyinggung topik-topik tertentu. Sehingg alangkah baiknya, berkonsentrasilah untuk mencari dan membaca bagian-bagian yang menyinggung poko permasalahan yang dicari dalam bacaan tersebut. (Pengganda Kekuatan Otak No. 33)
·      Biarkan penulis menyajikan gagasan-gagasan penting bagi Anda
Hampir semua bacaan sekarang ini telah mencantumkan subjudul (heading) yang muncul di antara sejumlah paragraf yang terdapat di dalam bacaan untuk menunjukkan sub-tema atau suatu tema yang dibahas. Sub-tema tersebut bisa dikatakan sebagai penanda pokok bahasan. Kebanyakan di surat kabar, di jurnal-jurnal, laporan atau yang lainnya memanfaatkan sub-tema tersebut dengan teknik tipografi lain, seperti cetak miring, huruf tebal, garis bawah, daftar urutan bernomor, bagan, dan perbedaan besar kecilnya huruf untuk menonjolkan adanya pokok permasalahan. 
(Pengganda Kekuatan Otak No. 34)

·      Cari kalimat-kalimat pokok
Apabila dalam suatu bacaan tersebut tidak terdapat tata letak huruf (tipografi) atau tidak ada sub-tema, maka cara yang lain adalah mencari kalimat pokok dari suatu bacaan tersebut. Biasanya, kalimat-kalimat poko dari suatu bacaan terdapat pada setiap paragraf dan itu ada di awal kalimat, di tengah kalimat, atau di akhir kalimat.
Kalimat-kalimat pokok akan berfungsi dapat menempatkan bacaan-bacaan agar lebih mudah. Dengan sedikit latihan, Anda akan mampu menemukan kalimat pokok hanya dengan sekilas pandang saja.
(Pengganda Kekuatan Otak No. 35)

·      Perhatikan rambu-rambu yang memberi tanda perubahan subjek
Untuk menemukan inti dari bacaan tersebut, tidak perlu membaca semua kalimat pokok yang terkandung. Hanya dengan menggerakkan mata ke bawah di sisi kiri halaman, Anda dapat menemukan perubahan-perubahan penting dari suatu bahasan.
(Pengganda Kekuatan Otak No. 36)


MENGEVALUASI APA YANG ANDA BACA
Disaat Anda telah melipatgandakan kekuatan otak Anda dengan membaca lebih cepat dan lebih pintar. Sekarang Anda akan mempelajari bagaimana caranya dengan membaca lebih cepat dan lebih pintar yang akan membawa Anda dari penguasaan kuantitas menjadi penguasaan yang berkualitas yaitu dengan cara mengevaluasi apa yang telah Anda baca.
Cara mengevaluasi apa yang telah kita baca adalah dengan memilah informasi tersebut informasi yang salah, yang palsu, yang menyimpang ataukah informasi yang benar, yang asli, atau yang tidak menyimpang. Kita bisa saja tertipu, dimanipulasi, salah arah, atau mendapat informasi salah yang dapat membahayakan.
Memilah atau memisahkan informasi mana yang benar dan mana yang salah adalah langkah yang sangat penting. Inilah yang membedakan seorang pembelajar yang hebat dengan seorang yang menguasai semua informasi. Hal ini tidak sulit untuk dilakukan.
Terdapat tujuh cara untuk mengenali informasi yang palsu, salah, dan menyimpang yang akan dijelaskan, sehingga kita dapat memisahkan mana informasi yang benar dan mana informasi yang salah:
1.    Apakah ada istilah-istikah yang tidak didefiniskan atau kata-kata yang ambigu (bermakna ganda)?
Informasi yang asli selalu disajikan dengan kata-kata dan angka-angka yang konkret. Carilah kata-kata yang tidak jelas atau bermakna ganda yang bisa diinterpretasikan.
(Pengganda Kekuatan Otak No. 37)

2.    Apa sumber informasi tersebut?
Kadangkala sumber informasi dari seorang pembicara atau penulis kurang memadai, keliru atau salah. Jangan sekali –kali mengandalkan informasi atau fakta-fakta yang tidak terdapat sumber yang jelas. Apabila tidak terdapat sumber yang jelas, Anda dapat tidak mempercayainya atau bahkan menolak.
(Pengganda Kekuatan Otak No. 38)

3.    Apakah ada pernyataan yang memuat generalisasi?
Jangan percaya adanya generalisasi dan juga gagasan maupun argument yang didasarkan pada generalisasi itu. Pernyataan yang mengenai kelompok atau sekumpulan individu jarang ada yang valid. Tak ada yang benar bagi semua orang.
(Pengganda Kekuatan Otak No. 39)


4.    Apakah pernyataan itu berdasarkan analogi?
Analogi terkenal sangat tidak bisa dipercaya. Analogi adalah cara untuk menggambarkan hal-hal atau poko permasalahan dengan membandingkan karakteristik yang sama. Analogi ini mengansumsikan bahwa karena ada hubungan antara dua hal. Tetapi hal-hal yang berbeda tidak pernah bisa benar-benar diperbandingkan. Dua hal tersebut selalu berbeda di bagian-bagian tertentu.
(Pengganda Kekuatan Otak No. 40)

5.    Apakah pernyataan itu bersifat masa kini?
Banyak hal yang berubah, situasi berganti, teknologi dan gagasan-gagasan baru saling mendahului seiring dengan kemajuan zaman modern ini. Apabila informasi tidak bersifat masa kini, bisa jadi informasi tersebut keliru.
(Pengganda Kekuatan Otak No. 41)

6.    Apakah pernyataan itu datang dari tangan pertama atau dari tangan kedua?
Informasi yang terbaik adalah informasi yang didapat dari tangan pertama, yaitu orang yang benar-benar tahu di mana informasi itu ada atau diucapkan. Semakin banyak orang yang menyampaikannya semakin besar kemungkinan terjadinya kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja.
(Pengganda Kekuatan Otak No. 42)

7.    Apakah ada bukti pendukung atau apakah itu hanya pendapat saja?
Tanpa keahlian atau data yang dapat dibuktikan, pendapat satu orang tidak lebih baik dengan pendapat orang lain. Pendapat memang bisa memberikan penerangan atau juga dapat memberikan penjelasan, tetapi jngan salah mengartikannya sebagai fakta.
(Pengganda Kekuatan Otak No. 43)

Setelah mengenali informasi yang palsu, meyimpang, dan salah, kita akan dapat mengenali manipulasi informasi dalam suatu bacaan. Manipulasi informasi dapat dengan mudah diketahui setiap saat apabila Anda telah mengetahui kunci pembuka rahasianya, yaitu:
·      Mengetahui adanya “bukti-bukti yang terpilih”
Misalnya, bagaimana seandainya ada orang yang ingin menjual keefektifan seminar pelatihan manajemen mereka kepada Anda?Brosurnya mungkin berisi pernyataan-pernyataan yang menyilaukan dari orang-orang yang telah memperoleh sukses besar karena menerapkan prinsip-prinsip yang diberikan di dalam seminar tersebut. Ini nampaknya sangat menarik dan berharga. Tetapi orang-orang seperti itu barangkali hanya bebrapa saja dari ratusan atau ribuan orang. Sebagian besar yang lainnya mungkin mempunyai pengalaman yang sebaliknya. Mereka mungkin mengetahui bahwa apa yang diajarkan dalam seminar itu tidak berfungsi di dalam kehidupan nyata. Dan bisa jadi mereka yang sukses karena kecakapan mereka sendiri walaupun mengikuti seminar tetapi bukan karena seminar itu)
(Pengganda Kekuatan Otak No. 44)

·      Mengetahui adanya “hal-hal yang tidak relevan yang disajikan untuk mengalihkan perhatian dari subjek yang sedang dibicarakan”
Para manipulator informasi berusaha mengalihkan perhatian agar tidak sampai menemukan celah pada argument-argumen mereka atau mengajukan pertanyaan logis tentang pernyataan mereka yang mungkin muncul di dalam pikiran Anda.
(Pengganda Kekuatan Otak No. 45)

·      Mengetahui adanya “niat jahat di balik kata-kata”
Pada keadaan semakin sulit, maka para manipulator informasi akan semakin mempersulit. Apabila mereka dapat memperkuat posisinya, atau apabila posisi rival lebih baik, mereka akan mengabaikan pokok permasalahan dan mulai melemparkan kesalahan kepada orang lain.
(Pengganda Kekuatan Otak No. 46)

·      Mengetahui adanya “argument-argumen yang penuh emosi”
Para manipulator informasi juga ahli dalam memancing emosi sehingga Anda memihak ke satu sisi atau memusuhinya. Kata-kata yang tidak selalu mengungkapkan fakta.
(Pengganda Kekuatan Otak No. 47)

·      Mengetahui adanya “ketertarikan terhadap otoritas”
Para manipulator informasi senang membuat Anda silau dengan pernyataan-pernyataan dari para selebriti maupun para ahli. Yang terlebih penting, kadang-kadang orang mendapat otoritas yang ternyata keliru. Kadangkala, mereka justru mendapatkan kebalikannya.
(Pengganda Kekuatan Otak No. 48)

·      Mengetahui adanya “kesimpulan yang salah berdasarkan argument yang cacat”
Apa yang diarahkan oleh para manipulator informasi dengan semua ini adalah kesimpulan yang keliru dan salah yang didasarkan pada fakta dan argument yang cacat.
(Pengganda Kekuatan Otak No. 49)

Hal-hal diatas membuat Anda mengenali informasi yang salah, palsu dan menyimpang dan mengenali manipulasi informasi yang banyak terjadi pada masa kini, sehingga dibutuhkan untuk memisahkan informasi atau fakta-fakta dengan baik. Jika ragu, sebaiknya Anda cek. Cek kebenaran informasi tersebut melalui internet yang sumbernya dapat dipercaya.

(Pengganda Kekuatan Otak No. 50)



1 comment:

  1. Maaf.. Rupanya ada Bab III nya.. Terima kasih .. sangat bermamfaat

    ReplyDelete

Terima Kasih sudah berkunjung di blog saya. Silahkan berkomentar dengan sopan. Dan semoga bermanfaat