Tuesday, August 23, 2016

Mesra Sampai Akhir Hayat

Saya akan menceritakan isi buku yang saya baca dari penulis Nur Cholish Huda yang diterbitkan pada tahun 2007. Buku ini sangat menarik perhatian saya untuk membacanya. Buku ini tentang mulai persiapan menuju ke jenjang pernikahan hingga menjadi suami istri yang sah dengan tujuan untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah wa rohmah.

1. Persiapan Membangun Keluarga Sakinah

Hidup itu mengandung banyak misteri sehingga banyak rahasia-rahasia yang tidak sepenuhnya dikuasai oleh manusia. Tetapi percayalah dan yakinlah bahwa dengan menikah rizki akan bertambah. Allah SWT akan melapangkan rizki setelah kita menikah nantinya. Yang pada awalnya hidup sendiri dengan sumber ekonomi yang pas-pasan, maka setelah menikah akan dilapangkan sehingga dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga. Dibuktikan pada surat An. Nur (24):32 yang artinya “Jika mereka (sebelum menikah dalam keadaan) miskin, maka Allah akan menambah kemampuan (pemberian Nya) lagi Maha Mengetahui)”.

Banyak bukti dari pengalaman berjuta-juta orang yang sebelum menikah tidak mempunyai tabungan untuk membeli rumah, untuk sehari-hari pun kadang merasa susah. Tetapi setelah menikah, sedikit demi sedikit bisa menabung untuk membeli rumah. Yang diperlukan adalah keyakinan dan tekad yang besar bahwa kita bisa melangkah dalam menghadapi hidup, apabila kita ragu-ragu maka tidak akan pernah dapat mencapai apa yang diinginkan yaitu mencapai keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Sebelum pernikahan, harus ada seleksi jodoh yang harus dilakukan. Dalam Islam calon suami atau calon istri dianjurkan saling mengenal terlebih dahulu. Pada umumnya seorang pria tertarik pada wanita yang akan dijadikan istri atau wanita tertarik pada pria yang akan dijadikan suami karena empat hal yakni tertarik karena hartanya, tertarik karena keturunan orang terpandang, tertarik karena rupanya, dan tertarik karena agama dan akhlaknya. Namun Rasulullah memberi nasihat agar factor agama dan akhlak menjadi pertimbangan yang paling utama. Karena dengan pertimbangan agama dan akhlak akan membawa keuntungan jangka panjang dalam berkeluarga.

Tetapi bagaimana kalau calon istri atau calon suami yang kita pilih tersebut taat dalam beragama dan berakhlak baik sungguh-sungguh atau berpura-pura?. Apabila muncul perasaan demikian, maka dianjurkan untuk sholat istikhara’. Yang dimaksud dengan sholat istikhara’ yaitu sholat yang kita lakukan untuk meminta pertolongan kepada Allah agar memilihkan untuk kita pilihan yang cocok dan yang terbaik sehingga nantinya akan muncul kemantapan hati untuk meneruskan atau menggagalkan.

Setelah memilih jodoh dan meneruskan untuk ke jenjang pernikahan akan ada peristiwa akad nikah dengan ucapan ijab qobul yang nampak sederhana tetapi sesungguhnya peristiwa tersebut adalah peristiwa yang dahsyat, peristiwa yang penting. Karena dengan adanya ucapan ijab qobul yang semula haram menjadi halal, yang semula maksiat akan menjadi ibadah, yang semula dosa menjadi pahala. Dengan begitu seorang istri yang semula menjadi tanggung jawab orang tuanya akan berubah menjadi tanggung jawab suami, sehingga suami harus memperlakukan istri yang terhormat dan mulia. Begitupun sebaliknya, seorang istri harus patuh kepada suami selama suaminya berada dalam jalan yang benar yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadist.

2. Anak Tangga Menuju Keluarga Sakinah


Untuk menuju keluarga yang sakinah di butuhkan beberapa hal yakni senyum, kejutan dan humor, saling memberi, menerima kenyataan dengan ikhlas, menjadi pemeluk agama yang patuh, tetap berbakti kepada orang tua, berperilaku baik dengan tetangga, dan menjadikan uang sebagai bahan bakar kehidupan.
Dengan senyum yang tulus kepada istri atau suami akan menjadikan istri atau suami tersebut merasa senang, dan dengan senyum akan membuat kita merasakan hati yang tentram. Ya, begitulah kekuatan senyum yang luar biasa. Resep sederhana yang dapat membuat orang tetap bersyukur meskipun ada beban berat yang menghimpit hati. Karena dengan senyum, akan membangun keluarga yang tentram bahagia.
Selain dengan senyum, kejutan dan humor pun dibutuhkan dalam sebuah keluarga. Membuat kejutan kecil yang dapat menunjukkan kasih sayang kita kepada pasangan. Kejutan dapat membuat pasangan menjadi bahagia disamping ada kerutinan yang membuat hidup hambar. Begitu pun humor, humor sangat penting dalam kehidupan karena dengan humor akan membuat sesuatu yang tegang akan menjadi lebih santai.
Hal lain yang dibutuhkan untuk menjadikan keluarga yang sakinah adalah saling memberi. Cinta dan kasih sayang itu harus saling berbagi dengan pasangan kita, harus saling memberi bukan menuntut karena memberi kasih sayang dan mencintai menjadi ajaran pokok dalam Islam. Sesuai dengan pernyataan Nabi Muhammad yang artinya “Belum beriman diantara kalian sebelum mencintai orang lain seperti dirinya sendiri”. Cinta dan kasih sayang dapat ditunjukkan dalam berbagai hal salah satunya adalah memberikan bentuk perhatian terhadap pasangan kita misalnya bersedia mendengar, dan menjadi tempat curahan hati.
Belajar menerima kenyataan dengan ikhlas adalah hal berikutnya yang saya jelaskan untuk menjadi keluarga yang sakinah. Menerima kenyataan adalah sikap mental yang harus dimiliki oleh sebuah keluarga. Menerima kenyataan keadaan yang diberikan oleh Allah SWT tidak bisa diubah lagi, meskipun keadaan itu sangatlah sulit. Tetapi tetap percayalah, bahwa Allah memberikan cobaan kepada umatNya tidak melebihi kemampuan umatNya, dan yakin bahwa dibalik kesulitan terdapat keberhasilan.
Selanjutnya yakni menjadi pemeluk agama yang patuh. Tanda-tanda rumah tangga yang hidup sebagai pemeluk agama yang patuh yang pertama yaitu tidak ada dusta antara suami dan istri. Dalam suami dan istri harus saling jujur,tidak ada kebohongan satu sama lain. Yang kedua adalah indikator yang paling penting untuk menjadi pemeluk agama yang patuh, taat beribadah. Ya, dengan taat beribadah sama dengan menjalin hubungan dengan Allah SWT dalam keadaan susah maupun senang. Yang terakhir yaitu menikmati hidup bahagia yang telah diberikan Allah SWT. Menikmati hidup bahagia melalui penghayatan terhadap tiga kata dzikir yang sering diucapkan yaitu Subhanallah, Alhamdulillah, dan  Allahu Akbar.
Selanjutnya untuk menuju keluarga sakinah adalah tetap berbakti kepada orang tua. Berbakti kepada orang tua yaitu dengan melaksanakan kewajiban anak terhadap orang tua, berbakti sewaktu mereka masih hidup, dan berbakti sewaktu mereka setelah meninggal.
Selanjutnya adalah harus berperilaku yang baik dengan tetangga. Menjalin silaturrahim yang baik dengan tetangga, saling membantu apabila tetangga butuh pertolongan.
Yang terakhir yaitu menjadikan uang sebagai bahan bakar kehidupan. Dalam hal ini yang dimaksudkan uang untuk kehidupan adalah uang yang diperoleh dari pekerjaan yang halal.  Dibutuhkan adanya pengendalian atas uang yang telah diperoleh, dapat membelanjakan uang dengan bijaksana, menjauhi rentenir, dan yang terakhir adalah utamakan menabung tidak mengutamakan hutang. Ketika telah mendapatkan uang dari hasil pekerjaan yang telah dilakukan, maka sebaiknya harus puas dan rela atas pemberian Allah SWT. Rela dan puas tersebut dimaksud dengan Qana’ah.

3. Muhasabah (Meneliti Diri Sendiri)

Dalam kehidupan yang kita jalani sekarang, terdapat tiga komponen penting yang harus dilakukan untuk menuju surga yaitu melakukan muhasabah, melakukan intropeksi, dan menghitung diri kita sendiri.
Tiga komponen penting menuju surga tersebut bersumber dari apa yang dicari dalam kehidupan sekarang?, kemana tujuan hidup kita?, memahami makna hidup sekarang ini lewat tuntunan Allah SWT seiring dengan perubahan dunia yang mudah berubah asalkan kita harus tetap sadar bahwa semuanya seba sementara dan tidak akan lepas dari tangan kita. 


Demikian kurang lebih isi dari buku yang saya baca tentang bagaimana cara bersikap pada saat menuju pernikahaan hingga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah wa rohmah.
Semoga bermanfaat untuk kalian semuaaa :)

Buku selanjutnya yang akan saya post adalah tentang Double Your Brain Power. Buku tersebut berisi tentang bagaimana meningktakan daya ingat dengan menggunakan seluruh otak. 

No comments:

Post a Comment

Terima Kasih sudah berkunjung di blog saya. Silahkan berkomentar dengan sopan. Dan semoga bermanfaat