MEMBACA INSTAN
Kebanyakan
orang menganggap bahwa membaca cepat adalah hal yang dapat bermanfaat untuk
mudah mengembalikan memori atau ingatan seseorang. Memang benar membaca cepat
dapat bermanfaat tetapi itu hanyalah permulaan. Strategi membaca yang baru membuat
membaca cepat semakin ketinggalan zaman. Strategi ini merupakan strategi
membaca yang alami yang nantinya akan mampu membaca alami dengan instan tanpa
mengorbankan pemahaman atau pengertian.
Kemampuan
membaca alami yang dimiliki oleh seseorang seperti kemampuan mental akan
menjadi benar-benar kuat. Di dalam buku ini menjelaskan beberapa Pengganda Kemampuan Membaca yang
telah meningkatkan kecepatan membaca dua
kali lipat.
Konsentrasi: Kunci Membaca Instan
Dengan berkonsentrasi akan membuat seseorang mampu membaca instan yang
sudah didukung oleh bukti ilmiah yang kuat dan dapat dipercaya. Melakukannya
adalah hanya dengan memfokuskan perhatian yang lebih keras pada apa yang dibaca
dan meningkatkan pemahaman pada bacaan tersebut. (Pengganda Kekuatan Otak No.
25).
Mengatasi Tiga Kebiasaan Buruk dalam
Membaca
Sebelum seseorang mampu belajar membaca dengan lebih cepat, diperlukan
untuk mengatasi tiga kebiasaan tidak produktif yang biasanya dilakukan oleh
seseorang tanpa dia sadari seperti mengulang terus ratusan kali pada setiap
bacaan. Hal ini sangat sia-sia. Berikut ketiga kebiasaan buruk dalam membaca:
a.
Subvokalisasi
Subvokalisasi adalah mengulang kata
ketika membacanya. Dengan cara membaca dan mengulang huruf-huruf, lalu
kata-kata, kemudian kalimat-kalimat akan melambatkan hingga ke kecepatan dalam
pengucapan kata-kata bacaan secara lisan. Nyatanya menurut ahli bacaan Michael
McCarthy, pengarang Mastering the
Information Age (Menguasai Abad Informasi), yang dijelaskan dalam buku ini
adalah sekitar 150 kata per menit. Kecepatan tertinggi orang yang membaca kata
demi kata adalah 200 hingga 300 kata per menit. Hal tersebut hamper separo dari
kata 600 lebih kata per menit yang rata-rata dibaca orang. (Pengganda Kekuatan
Otak No.26).
b.
Membaca kata demi kata
Salah satu alas an seseorang tidak
menyukai membaca adalah karena lambatnya membaca. Harus diperlukan berpikir
yang keras untuk memahami kata demi kata supaya dapat memahami apa yang
dimaksud dari bacaan tersebut.
Apabila Anda adalah seorang pembaca
kata demi kata, pikiran tentang untuk membaca mungkin akan terasa jauh sekali
mempunyai keinginan untuk membaca. Tetapi sebenarnya dalam otak dewasa Anda
akan mampu dalam menyerap dan memahami kumpulan beberapa bacaan yang lebih
besar. (Pengganda Kekuatan Otak No. 27)
c.
Regresi
Regresi dalam membaca ini yang
dimaksud adalah membaca dengan cara melihat ke belakang. Melihat kebelakang
merupakan kebiasaan ketiga kesalahan dalam membaca yang dapat merusak
ketrampilan membaca seseorang dan dapat menjadi kebiasaan yang buruk. Menurut
Michael McCarthy yang dijelaskan di dalam buku ini, melihat ke belakang
merupakan suatu kebiasaan tidak sadar yang muncul dari “kurangnya rasa percaya
diri kita terhadap kemampuan kita untuk memahami materi. Kalau kita kehilangan
satu kata atau satu frasa, kalau perhatian kita mengembara beberapa saat,
secara naluriah kita merasa bahwa pemahaman kita akan meningkat jika kita
mundur ke belakang dan membaca sekali lagi.” Jadi, kita harus percaya diri
terhadap apa yang telah kita baca dan percaya diri kalau kita telah memahami
kata per kata. (Pengganda Kekuatan Otak
No. 28).
Mempertahankan
Apa yang Anda Baca dengan “Penguat Membaca”
Apa yang kita baca akan menimbulkan
dampak yang sangat kecil, sehingga lebih sulit untuk diingat daripada kejadian-kejadian
di keliling kita. Itulah sebabnya mengapa kebanyakan orang mempunyai kesulitan
untuk mengingat sesuatu yang sederhana.
Anda bisa mengingat apa saja yang
telah Anda baca secara jelas dengan lima “penguat membaca”. Dengan melakukan
lima penguat membaca, maka Anda dapat melipatgandakan kemampuan membaca secara
mendetail dan juga dapat mempertahankan atau menyimpannya untuk jangka waktu
yang lama.
Penguat membaca berikut ini adalah
berupa lima buah pertanyaan yang harus diajukan pada diri sendiri setelah
membaca apa saja yang ingin diingat kembali.
·
Bacaan itu tentang apa?
·
Apa informasi terpenting yang ada di dalamnya?
·
Jika ada, apa pendapat penulis?
·
Apa pendapat Anda sendiri?
·
Apa elemen yang membuatnya unik?
(Pengganda Kekuatan Otak No. 29)
MEMBACA LEBIH PINTAR
Membaca akan
menjadi suatu beban apabila tidak mengetahui bagaimana cara yang pintar untuk
melakukannya. Membaca lebih cepat bukanlah tujuan yang tepat tetapi membaca
lebih pintar bukan lebih sulit.
“Lebih pintar,
buka lebih sulit” adalah yang membuat Anda pada waktu masuk ke jalan tol pada
pukul 4 sore, secara mendadak mengambil jalan kembali ke rumah karena lalu
lintas jam sibuk mulai. Berarti adanya jalan pintas yang dapat digunakan untuk
menggandakan. Hal tersebut juga berlaku untuk meembaca adanya jalan pintas yang
dapat digunakan untuk menggandakan, melipat-tigakan, atau bahkan
melipat-empatkan kecepatan dalam hal membaca surat, Koran, jurnal-jurnal dan
sebagainya.
Dalam buku ini
menjelaskan bahwa para peneliti melakukan kegiatan membaca dengan tiga strategi
. Ketiganya adalah:
a. Meningkatkan gagasan yang Anda tangkap per
menit
Banyak orang telah salah langkah
dengan memfokuskan perhatian pada meningkatkan kecepatan dalam membaca untuk
menyerap kata-kata yang terkandung di dalamnya. Tetapi menyerap lebih banyak
kata dengan lebih cepat tersebut bukanlah alasan mengapa Anda membaca. Yang
terpenting adalah penguasaan fakta-fakta dan gagasan. Latihan berikut ini akan
menolong dalam meningkatkan ide per menit dan membantu menyelesaikan tumpukan
dari beberapa bacaan yang harus dibaca.
(Pengganda Kekuatan Otak No. 30)
b. Menggunakan “peta membaca”
Peta membaca sama halnya dengan
peta membaca. Dengan peta membaca seseorang dapat mencapai tujuan dengan lebih
cepat, menggunakan jalan pintas, dan menikmati waktu yang lebih menyenangkan
apabila membaca dengan “peta membaca”.
Peta membaca ini akan membantu
seseorang dalam menemukan informasi atau inti dari informasi yang tepat yang
sesuai dengan apa yang diinginkan. Peta membaca didasarkan pada pernyataan
sederhana bahwa sebagian besar materi disusun menurut prinsip-prinsip yang
sudah dikenal oleh semua orang:
·
Sebuah tema utama (masalah utama)
·
Materi pendukung
·
Subtema (masalah pendukung)
·
Materi pendukung
·
Sub-subtema
·
Materi pendukung
(Pengganda Kekuatan Otak No. 31)
c. Membaca dengan meluncur (skimming)
Membaca dengan meluncur atau biasa disebut dengan skimming merupakan membaca dengan cara
membuang “penunjuk tempat” (seni membaca sepintas lalu). Penunjuk tempat adalah
frasa, paragraph, atau halaman yang saling terkait atau bersifat ilustratif
yang diperlukan oleh sebuah tulisan agar teknis menjadi benar dan juga membantu
pembaca yang lambat untuk bisa mengetahui pokok permasalahnya. Berikut penunjuk
tempat memiliki berbagai macam fungsi di antaranya adalah:
·
Menghubungkan gagasan-gagasan
·
Membuat transisi antar pokok permasalahan
·
Memberikan ilustrasi pada pokok-pokok
permaslahan yang telah dibuat
·
Menguntip jurnal dan buku-buku yang dijadikan
acuan oleh pengarangnya
·
Mengulang apa yang sudah dikatakan bagi pembaca
yang kurang perhatian
Belajar mengenali penunjuk tempat dalam waktu sepersekian
detik dengan membaca sepintas lalu (skimming)
pada seluruh bacaan. Tapi dengan peta membaca sebagai penuntun atau trik di
dalamnya, akan mampu membaca sepintas telah menyerap halaman-halaman yang penuh
informasi dalam satu atau dua menit saja. Terdapat empat jalan pintas yang akan
memperlihatkan kepada Anda bagaimana membaca sepintas bacaan apa pun, yaitu
sebagai berikut:
·
Jangan berhenti atau terhambat dengan detail
atau rincian
Bukan detil atau hal-hal rinci dalam bacaan yang harus dipahami
melainkan pokok permasalahan atau gagasan utama dari suatu bacaan yang harus
dipahami. Pada umumnya setiap bacaan mengandung pokok permasalahan atau gagasan
utama. Selanjutnya bacaan tersebut akan menjelaskan isi dari gagasan utama atau
pokok permasalahan.
(Pengganda
Kekuatan Otak No. 32)
·
Lewati apa yang tidak perlu Anda ketahui
Kadangkala setiap orang memang perlu mengetahui penjelasan
yang mendetail dari suatu bacaan. Tetapi bukan seluruh penjelasan dalam bacaan
yang ada, melainkan hanya menyinggung topik-topik tertentu. Sehingg alangkah
baiknya, berkonsentrasilah untuk mencari dan membaca bagian-bagian yang
menyinggung poko permasalahan yang dicari dalam bacaan tersebut. (Pengganda
Kekuatan Otak No. 33)
·
Biarkan penulis menyajikan gagasan-gagasan
penting bagi Anda
Hampir semua bacaan sekarang ini telah mencantumkan
subjudul (heading) yang muncul di
antara sejumlah paragraf yang terdapat di dalam bacaan untuk menunjukkan
sub-tema atau suatu tema yang dibahas. Sub-tema tersebut bisa dikatakan sebagai
penanda pokok bahasan. Kebanyakan di surat kabar, di jurnal-jurnal, laporan
atau yang lainnya memanfaatkan sub-tema tersebut dengan teknik tipografi lain,
seperti cetak miring, huruf tebal, garis bawah, daftar urutan bernomor, bagan,
dan perbedaan besar kecilnya huruf untuk menonjolkan adanya pokok permasalahan.
(Pengganda
Kekuatan Otak No. 34)
·
Cari kalimat-kalimat pokok
Apabila dalam suatu bacaan tersebut tidak terdapat tata
letak huruf (tipografi) atau tidak
ada sub-tema, maka cara yang lain adalah mencari kalimat pokok dari suatu
bacaan tersebut. Biasanya, kalimat-kalimat poko dari suatu bacaan terdapat pada
setiap paragraf dan itu ada di awal kalimat, di tengah kalimat, atau di akhir
kalimat.
Kalimat-kalimat pokok akan berfungsi dapat menempatkan
bacaan-bacaan agar lebih mudah. Dengan sedikit latihan, Anda akan mampu
menemukan kalimat pokok hanya dengan sekilas pandang saja.
(Pengganda
Kekuatan Otak No. 35)
·
Perhatikan rambu-rambu yang memberi tanda
perubahan subjek
Untuk menemukan inti dari bacaan tersebut, tidak perlu
membaca semua kalimat pokok yang terkandung. Hanya dengan menggerakkan mata ke
bawah di sisi kiri halaman, Anda dapat menemukan perubahan-perubahan penting
dari suatu bahasan.
(Pengganda
Kekuatan Otak No. 36)
MENGEVALUASI APA YANG ANDA BACA
Disaat Anda telah melipatgandakan kekuatan otak Anda dengan
membaca lebih cepat dan lebih pintar. Sekarang Anda akan mempelajari bagaimana
caranya dengan membaca lebih cepat dan lebih pintar yang akan membawa Anda dari
penguasaan kuantitas menjadi penguasaan yang berkualitas yaitu dengan cara
mengevaluasi apa yang telah Anda baca.
Cara mengevaluasi apa yang telah kita baca adalah dengan
memilah informasi tersebut informasi yang salah, yang palsu, yang menyimpang
ataukah informasi yang benar, yang asli, atau yang tidak menyimpang. Kita bisa
saja tertipu, dimanipulasi, salah arah, atau mendapat informasi salah yang
dapat membahayakan.
Memilah atau memisahkan informasi mana yang benar dan mana
yang salah adalah langkah yang sangat penting. Inilah yang membedakan seorang
pembelajar yang hebat dengan seorang yang menguasai semua informasi. Hal ini
tidak sulit untuk dilakukan.
Terdapat tujuh cara untuk mengenali informasi yang palsu,
salah, dan menyimpang yang akan dijelaskan, sehingga kita dapat memisahkan mana
informasi yang benar dan mana informasi yang salah:
1.
Apakah ada istilah-istikah yang tidak
didefiniskan atau kata-kata yang ambigu (bermakna ganda)?
Informasi yang asli selalu disajikan dengan kata-kata dan
angka-angka yang konkret. Carilah kata-kata yang tidak jelas atau bermakna
ganda yang bisa diinterpretasikan.
(Pengganda
Kekuatan Otak No. 37)
2.
Apa sumber informasi tersebut?
Kadangkala sumber informasi dari seorang pembicara atau
penulis kurang memadai, keliru atau salah. Jangan sekali –kali mengandalkan
informasi atau fakta-fakta yang tidak terdapat sumber yang jelas. Apabila tidak
terdapat sumber yang jelas, Anda dapat tidak mempercayainya atau bahkan
menolak.
(Pengganda
Kekuatan Otak No. 38)
3.
Apakah ada pernyataan yang memuat generalisasi?
Jangan percaya adanya generalisasi dan juga gagasan maupun
argument yang didasarkan pada generalisasi itu. Pernyataan yang mengenai
kelompok atau sekumpulan individu jarang ada yang valid. Tak ada yang benar
bagi semua orang.
(Pengganda
Kekuatan Otak No. 39)
4.
Apakah pernyataan itu berdasarkan analogi?
Analogi terkenal sangat tidak bisa dipercaya. Analogi
adalah cara untuk menggambarkan hal-hal atau poko permasalahan dengan
membandingkan karakteristik yang sama. Analogi ini mengansumsikan bahwa karena
ada hubungan antara dua hal. Tetapi hal-hal yang berbeda tidak pernah bisa
benar-benar diperbandingkan. Dua hal tersebut selalu berbeda di bagian-bagian
tertentu.
(Pengganda
Kekuatan Otak No. 40)
5.
Apakah pernyataan itu bersifat masa kini?
Banyak hal yang berubah, situasi berganti, teknologi dan
gagasan-gagasan baru saling mendahului seiring dengan kemajuan zaman modern
ini. Apabila informasi tidak bersifat masa kini, bisa jadi informasi tersebut
keliru.
(Pengganda
Kekuatan Otak No. 41)
6.
Apakah pernyataan itu datang dari tangan pertama
atau dari tangan kedua?
Informasi yang terbaik adalah informasi yang didapat dari
tangan pertama, yaitu orang yang benar-benar tahu di mana informasi itu ada
atau diucapkan. Semakin banyak orang yang menyampaikannya semakin besar
kemungkinan terjadinya kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja.
(Pengganda
Kekuatan Otak No. 42)
7.
Apakah ada bukti pendukung atau apakah itu hanya
pendapat saja?
Tanpa keahlian atau data yang dapat dibuktikan, pendapat
satu orang tidak lebih baik dengan pendapat orang lain. Pendapat memang bisa
memberikan penerangan atau juga dapat memberikan penjelasan, tetapi jngan salah
mengartikannya sebagai fakta.
(Pengganda
Kekuatan Otak No. 43)
Setelah mengenali informasi yang palsu, meyimpang, dan
salah, kita akan dapat mengenali manipulasi informasi dalam suatu bacaan.
Manipulasi informasi dapat dengan mudah diketahui setiap saat apabila Anda
telah mengetahui kunci pembuka rahasianya, yaitu:
·
Mengetahui adanya “bukti-bukti yang terpilih”
Misalnya, bagaimana seandainya ada orang yang ingin
menjual keefektifan seminar pelatihan manajemen mereka kepada Anda?Brosurnya
mungkin berisi pernyataan-pernyataan yang menyilaukan dari orang-orang yang
telah memperoleh sukses besar karena menerapkan prinsip-prinsip yang diberikan
di dalam seminar tersebut. Ini nampaknya sangat menarik dan berharga. Tetapi
orang-orang seperti itu barangkali hanya bebrapa saja dari ratusan atau ribuan
orang. Sebagian besar yang lainnya mungkin mempunyai pengalaman yang
sebaliknya. Mereka mungkin mengetahui bahwa apa yang diajarkan dalam seminar
itu tidak berfungsi di dalam kehidupan nyata. Dan bisa jadi mereka yang sukses
karena kecakapan mereka sendiri walaupun mengikuti seminar tetapi bukan karena
seminar itu)
(Pengganda
Kekuatan Otak No. 44)
·
Mengetahui adanya “hal-hal yang tidak relevan
yang disajikan untuk mengalihkan perhatian dari subjek yang sedang dibicarakan”
Para manipulator informasi berusaha mengalihkan perhatian
agar tidak sampai menemukan celah pada argument-argumen mereka atau mengajukan
pertanyaan logis tentang pernyataan mereka yang mungkin muncul di dalam pikiran
Anda.
(Pengganda
Kekuatan Otak No. 45)
·
Mengetahui adanya “niat jahat di balik kata-kata”
Pada keadaan semakin sulit, maka para manipulator
informasi akan semakin mempersulit. Apabila mereka dapat memperkuat posisinya,
atau apabila posisi rival lebih baik, mereka akan mengabaikan pokok
permasalahan dan mulai melemparkan kesalahan kepada orang lain.
(Pengganda
Kekuatan Otak No. 46)
·
Mengetahui adanya “argument-argumen yang penuh
emosi”
Para manipulator informasi juga ahli dalam memancing emosi
sehingga Anda memihak ke satu sisi atau memusuhinya. Kata-kata yang tidak
selalu mengungkapkan fakta.
(Pengganda
Kekuatan Otak No. 47)
·
Mengetahui adanya “ketertarikan terhadap
otoritas”
Para manipulator informasi senang membuat Anda silau
dengan pernyataan-pernyataan dari para selebriti maupun para ahli. Yang
terlebih penting, kadang-kadang orang mendapat otoritas yang ternyata keliru.
Kadangkala, mereka justru mendapatkan kebalikannya.
(Pengganda
Kekuatan Otak No. 48)
·
Mengetahui adanya “kesimpulan yang salah
berdasarkan argument yang cacat”
Apa yang diarahkan oleh para manipulator informasi dengan
semua ini adalah kesimpulan yang keliru dan salah yang didasarkan pada fakta
dan argument yang cacat.
(Pengganda
Kekuatan Otak No. 49)
Hal-hal diatas membuat Anda mengenali informasi yang salah,
palsu dan menyimpang dan mengenali manipulasi informasi yang banyak terjadi
pada masa kini, sehingga dibutuhkan untuk memisahkan informasi atau fakta-fakta
dengan baik. Jika ragu, sebaiknya Anda cek. Cek kebenaran informasi tersebut
melalui internet yang sumbernya dapat dipercaya.
(Pengganda
Kekuatan Otak No. 50)